Senja di Benteng Belgica_Banda Neira

Setiap senja menjelang, Benteng Belgica ramai dikunjungi penduduk Pulau Banda serta wisatawan lainnya. Dengan membayar donasi di pintu masuk, setelah kita menanjak bukit sekitar 10 menit sampailah kita di pelataran Benteng yang masih kokoh dan terawat dengan baik. Biasanya kita tidak langsung naik ke atas, karena pemandangan menjelang senja di sekitar Benteng Belgica sungguh sayang dilewatkan.

Sepertinya senjalah yang menyatukan para pengunjung untuk saling bertukar senyum, sapa dan cerita. Entah siapa yang memulai, nyatanya sesama pengunjung langsung akrab bercerita tentang keindahan senja dari atas Benteng Belgica, baik dari pengalaman pribadi maupun berdasarkan cerita teman atau kerabat yang sudah pernah ke sana sebelumnya.

Seorang penduduk lokal, maaf saya lupa menanyakan namanya, dengan lancar menceritakan beberapa hal mengenai Benteng Belgica. Dibangun oleh Pieter Both Gubernur Jendral Belanda pertama di kepulauan Banda Neira pada tahun 1611, 5 tahun setelah dimulainya pembangunan Benteng Nassau.

Sebagai benteng pertahanan, Benteng Nassau berdiri tidak jauh dari Laut Banda (saat itu) Sehingga penjaga menara pandang, bisa langsung tahu jika ada kapal yang akan mendekat atau berlabuh di Pulau Banda dan sekitarnya. Baik untuk keperluan perdagangan atau musuh yang mungkin datang. Pemikiran tersebut sejalan dengan kepiawaian Pieter Both sebagai Kapten Angkatan Laut yang juga menguasai ilmu perdagangan.

Sejak awal didirikan, Benteng Belgica terdiri dari Pos Penjaga, 5 Menara/ Pos Pengintai, 2 penjara yang terdiri dari beberapa kamar , kamar sipir / tentara penjaga dan beberapa ruang yang sepertinya untuk keperluan pertemuan (?). Di pojok-pojok pelataran atas Benteng, terlihat beberapa meriam yang mengarah ke 5 penjuru.

Sebelum naik tangga yang curam untuk naik ke pelataran teratas benteng, kita akan melihat sisa sumur, yang konon sebagai tempat pembuangan mayat tahanan, karena berbagai sebab kematiannya.

Setelah mengalami beberapa kali pemugaran dengan tidak merubah arsitektur aslinya, Benteng yang dilindungi sebagai benda cagar budaya pada tahun 1997 semakin ramai dikunjungi oleh wisatawan lokal dan internasional. Atas alasan sejarah atau mengagumi bangunannya ataupun karena indahnya menikmati senja di atas Benteng dengan pemandangan Gunung Api Banda dan binar perairan Banda.

Suatu hari semoga kita dapat menikmati keindahan senja sambil memaknai Benteng Belgica sebagai bagian sejarah penting dari kepulauan Banda Neira. Sehingga usaha pelestarian, setidaknya atas kerjasama Depdikbud RI (saat itu) dengan Yayasan Warisan Budaya Banda Neira yang dipelopori oleh Alm Des Alwi tidak sia sia.

Advertisements

Leave a Reply

Please log in using one of these methods to post your comment:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s